Bukan Sekadar Mahkota, Ni Kadek Selbi Tariadani Bawa Misi Pelestarian Budaya Usai Raih Runner Up 1 Puteri Kebaya Bali 2026
Ni Kadek Selbi Tariadani, remaja Bali usia 15 tahun, berhasil meraih Runner Up 1 Puteri Kebaya Bali 2026 dengan membawa misi pelestarian budaya dan pemberdayaan perempuan.
PRESTASI


Bukan Sekadar Mahkota, Ni Kadek Selbi Tariadani Bawa Misi Pelestarian Budaya Usai Raih Runner Up 1 Puteri Kebaya Bali 2026
Denpasar, Bali — Di usia yang masih sangat muda, Ni Kadek Selbi Tariadani membuktikan bahwa generasi muda Bali mampu tampil percaya diri sekaligus membawa nilai budaya ke panggung yang lebih luas. Remaja asal Serangan, Denpasar Selatan, Bali tersebut berhasil meraih gelar Runner Up 1 Puteri Kebaya Bali 2026.
Selbi, sapaan akrabnya, merupakan siswi SMAK Harapan Denpasar kelas X.7 yang saat ini berusia 15 tahun. Pencapaiannya dalam ajang Puteri Kebaya Bali 2026 menjadi sebuah langkah penting dalam perjalanan dirinya sebagai generasi muda yang tidak hanya mengedepankan prestasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Bali.
Setelah menerima gelar Runner Up 1, Selbi menyampaikan rasa syukur dan haru kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Baginya, pencapaian tersebut bukan hanya sebuah penghargaan, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.
“Bagi saya, gelar ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah kehormatan dan amanah besar yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, selaras dengan keanggunan kebaya Putri Bali,” ujar Selbi.
Dalam perjalanannya mengikuti ajang tersebut, Selbi mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara perkembangan zaman dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.
Menurutnya, perempuan Bali masa kini harus mampu memiliki wawasan global, berpikir maju, dan mengikuti perkembangan modernisasi, namun tetap mempertahankan kelembutan karakter, etika, serta nilai susila dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Selbi, gelar Runner Up yang diraihnya memiliki makna yang lebih dalam. Ia mengibaratkan pencapaian tersebut seperti bunga kamboja atau jepun yang terselip di sanggul perempuan Bali.
Tidak harus menjadi bagian paling utama untuk tetap memberikan keindahan dan keharuman. Baginya, setiap posisi memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Gelar ini adalah wadah kepercayaan untuk membawa kedamaian atau santhi serta menjadi teladan positif bagi lingkungan,” ungkapnya.
Ke depannya, Selbi memiliki komitmen untuk menggunakan kesempatan ini sebagai ruang kontribusi dalam bidang pemberdayaan perempuan dan pelestarian kain tradisional Bali, khususnya kain endek dan songket.
Ia berharap dapat menginspirasi generasi muda agar semakin bangga menggunakan kebaya serta mengenal lebih dekat kekayaan budaya lokal Bali yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi.
Sebagai pesan bagi anak muda yang sedang mengejar impian, Selbi mengingatkan pentingnya tetap rendah hati dan tidak melupakan akar budaya.
“Bagaikan padi, kian berisi kian merunduk. Kejarlah mimpi setinggi mungkin, tetapi jangan pernah mencabut akar dari identitas budaya dan etika. Teruslah melangkah dengan rendah hati dan ketulusan hati.”
Melalui prestasinya di ajang Puteri Kebaya Bali 2026, Ni Kadek Selbi Tariadani menjadi representasi generasi muda Bali yang mampu memadukan kecerdasan, keanggunan, dan kepedulian terhadap budaya. Sebuah langkah kecil dari seorang remaja Bali untuk membawa nilai tradisi menuju panggung yang lebih luas.
